Sabtu, 13 Mei 2017

MASIH ADAKAH KERETA KE PADANG..?

 Usia ibarat jeruji-jeruji roda kereta
merangkak pasti menuju ke arah senja
kadang di atas, kadang di bawah
menggelinding mengikuti arus nasib
menarik gerbong yang jadi ujung takdirnya




engkau dan aku,
mempunyai kereta yang berbeda
Karna Itu...
jika cinta adalah perapian yang hangat
aku ingin menghampirimu meski sekejap
meski sekedar menatap nanar
pada nyala api yang mulai redup


beri aku kesempatan terbaik
untuk berpamit padamu
...
sebelum izrail mengajakku jalan-jalan
mendaki sunyinya setapak kealpaan
menuruni heningnya lembah kesadaran








Selasa, 9 Mei 2017

HARTA KARUN PESISIR SELATAN

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatra Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2.Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terletak di bagian selatan Propinsi SumatraBarat, memanjang dari utara ke selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km.

Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebetah selatan dengan Propinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.

Penduduk Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2010 berjumlah 429.246 jiwa (212.228 jiwa laki-laki dan 217.018 jiwa perempuan). Terdiri dengan jumlah KK 98.968 dan 30.649KK adalah penduduk miskin (50%). Dibandingkan pada tahun 2007 jumlah KK miskin di Kab. Pesisir Selatan tahun 2008 terjadi penurunan sebesar 16 %. Dengan laju Pertumbuhan penduduk sebesar 1,29 % pertahun.

Wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 15 kecamatan (pemekaran 3 kecamatan, 16 Juli 2012) dan 182 nagari (pemekaran Nagari tahun 2011). Sebagian besar penduduk Pesisir Selatan bergantung pada sektor pertanian tanaman pangan, perikanan dan perdagangan. Sementara sumber daya potensial lainnya adalah pertambangan, perkebunan dan pariwisata.

Sektor perkebunan terutama perkebunan sawit mulai berkembang pesat sejak sepuluh tahun terakhir, yang berlokasi di Kecamatan Pancung Soal, Basa Ampek Balai dan Lunang. Melibatkan beberapa investor nasional dengan pola perkebunan inti dan plasma. Sebuah industri pengola minyak sawit CPO kini sudah berdiri di Kec. Pancung Soal, dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton per hari.

Pesisir Selatan memiliki panorama alam yang cukup cantik dan mempesona. Kawasan Mandeh misalnya, sekarang kawasaan wisata ini oleh pemerintah pusat masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) mewakili kawasan barat Indonesia.

Kawasan wisata potensial lainnya adalah Wisata Nasional Mandeh, Jembatan Akar, Water Pall Bayang Sani, Pantai Carocok Painan, Bukit Langkisau, Nyiur Melambai serta sejumlah objek wisata sejarah, seperti Pulau Cingkuak (Cengco), Peninggalan Kerajaan Inderapura dan Rumah Gadang Mandeh Rubiah Lunang.

Bila semua potensi pariwisata Pesisir Selatan tersebut dapat dikelola secara profesional tentu akan jadi sumber PAD andalan daerah di masa mendatang. Untuk itu pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan membuka diri selebar lebarnya kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di daerah ini.

Anak Sarugo

Lah Lamo  Mananti Buah Hati
Kasiah Tuhan mangko kandak di bari
Dapek juo pamenan mato buah cinto
Ayah jo bundo..
Elok laku nan santun jo panyayang
Kapanungkek dek mandeh isuak lah gadang

Bakicuah nak bakicuah mande kanduang
Barangguikkan kasiah sadang tatuntuang
Capek bana janji nan tibo
Lah dijapuik di Nan Punyo anak sarugo
Tonggak babeleang buyuang dek mande surang
Jantuang hati ko bana nan lah hilang

Alun pueh mande mambuaikan
Tangih nan manjo nan tangiang-ngiang
Takadia sia dapek manulaknyo
Jadilah kini jadi anak sarugo

Arok isuak jadi anak baguno
Tapi Tuhan lain pulo pintanyo
Sayang bana ayah jo bundo
Labiah sayang Tuhan kironyo apolah dayo
Sananglah sayang babuai disisinyo
Saru ayah jo mande ka sarugo

BAJU BASIBA JO TINGKULUAK

Baju Kurung atau baju kuruang basiba merupakan pakaian kaum perempuan Minangkabau yang sudah dikenal identitasnya dan menjadi identitas pere...