Rabu, 16 Mac 2016

Qalbu Yang Berkarat

ISTILAH hati dalam bahasa Arab disebut Qalbun, yaitu anggota badan yang letaknya di sebelah kiri dada dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah.

Dikatakan juga hati sebagai qalb, karena sifatnya yang berubah-ubah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda,
“Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alahi).

Menurut Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” nya membagi makna hati menjadi dua.

Makna yang pertama, adalah daging kecil yang terletak di dalam dada sebelah kiri dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam.

Makna yang kedua, merupakan bisikan halus ketuhanan (rabbaniyah) yang berhubungan langsung dengan hati yang berbentuk daging. Hati inilah yang dapat memahami dan mengenal Allah serta segala hal yang tidak dapat dijangkau angan-angan. Hati yang Tenang Hati ibarat cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan, ia mudah kotor dan berdebu.
Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatkan bahwa hati manusia terbagi dalam 3 kriteria;
Qalbun Salim (hati yang sehat),
Qalbun Mayyit (hati yang mati) dan Qalbun Maridh (hati yang sakit).

Hati yang sakit (Qalbun Maridh), ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, Hasad, dengki, ghibah dan sebagainya. Juga sombong dan tamak.

Orang yang memiliki Qalbun maridh (hati yang sakit) akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan beroleh karunia rizki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci  naudzhubillah Sungguh rnalang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.

Yang lebih parah adalah hati yang mati (Qalbun Mayyit). Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah Subhanahu Wata’ala.

Hari-harinya adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya.

Sementara itu, hati yang baik dan sehat disebut Qalbun Salim. Inilah hatinya orang beriman. Hati ini adalah hati yang hidup, bersih, penuh ketaatan dengan cahaya terangnya dan bertenpat di nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang).

Dalam al-Qur’an disebutkan al-salim pada dua tempat.
Antara lain QS. Al-Shaffat: 84 yang berbunyi: “(ingatlah) ketika dia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat (sehat)”. Kemudian Q.S Al-Syu’ara: 87-89,

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah Kau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.

. Maka dari itulah sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk selalu berdoa di dalam shalat agar diberi ketetapan hati pada agama yang lurus (Islam).

Kata Nabi, sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat. Cara membersihkannya adalah dengan mengingat Allah [dzikrullah] ”

“Qalbu berkarat karena dua hal yaitu lalai dan dosa. Dan pembersihnya-pun dengan dua hal yaitu istighfar dan dzikrullah.” [HR.Ibnu Ab’id dun ya Al-Baihaqi]. Wallahu a’lam.*

Ahad, 13 Mac 2016

Bukan Sabar Namanya Jika Masih Ada batas

Bismillahirrohmanirrohim ~

Sahabatku ...Sabar itu indah, lembut, menenangkan dan menyejukkan hati... Ciri sabar yang lainnya ialah seseorang yang dapat menenangkan anggota tubuh dan lidahnya ketika tertimpa musibah, masalah ataupun cobaan lainnya.

Sebagian orang bijak berkata,
"Hai jiwa yang terguncang, engkau tidak bisa mengembalikan apa yang sudah lepas dari tangan. Namun, ringankanlah rasa kecewamu.

Sesungguhnya kesabaran bukan hanya terhadap penderitaan dan ujian, lebih dari itu sabar juga berarti taat dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya...

Sabar bukanlah berarti berdiam diri atas keadaan yang menimpa. Sabar bisa berarti kita berusaha mencari jalan keluar atas masalah yang ada disertai dengan do’a dan ikhtiar yang maksimal , dan ... mengenai hasilnya kita pasrahkan kepada Allah. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi, maka nama sabar tergantung obyeknya.

Sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Tidak goyah dengan keyakinannya akan janji Allah.

Bahwasanya Allah senantiasa ada dan bersama-sama dengan orang yang bersabar.

Dan ketahuilah .. Sabar juga merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sahabatku ... sesungguhnya sabar memiliki makna yang luas..

1. Ketabahan menghadaapi musibah, disebut sabar, kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`)

2. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut, mampu menahan diiri (dlobth an Nafs), kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar).

3. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm), kebalikannya disebut pemarah (tazammur)

4. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada, kebalikannya disebut sempit dadanya.

5. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum).

6. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut serakah, loba (al hirsh).

7. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah), kebalikannya disebut tamak, rakus (syarahun).

8. Dan yang terutama adalah Sabar dalam melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta'ala

Allah SWT berfirman : "Hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan diberikan (dipenuhi) pahala bagi mereka dengan tanpa batas (QS Az Zumar : 10)

"Dan sesungguhnya, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl : 96)

Dari sahabat Ali ibn Abi Thalib : "Ketahuilah , bahwa sesungguhnya sabar itu laksana kepala bagi jasad. Jika kepala diputus tidak ada gunanya jasad itu. Sesungguhnya tidak ada iman bagi seseorang yang tidak memiliki kesabaran

" Dari Al Hasan : Sesungguhnya , kesabaran adalah salah satu harta simpanan kebaikan, dan Allah hanya akan memberikannya kepada seorang hamba yg mulia di sisi NYA

Begitu banyak hikmah dan buah dari sebuah kesabaran ... maka bersabarlah atas apa yang menimpa diri karena sesungguhnya janji Allah itu benar.

Ketakutan Seorang Suami Pada Istri

suami dari istrinya Ternyata ketakutan bukan hanya milik kaum wanita. Dalam lubuk hati seorang pria tersimpan juga banyak ketakutan yang membayangi kehidupannya, hanya saja pria lebih pandai menutupi rasa takutnya dibanding wanita.  Terlebih lagi bila pria tersebut sudah menjadi seorang suami. 

Ketakutannya bukan hanya tentang dirinya saja, tetapi tentang hubungannya dengan istri. Namun bukan berarti suami menjadi suami-suami yang takut istri loh. Hanya saja ada hal yang suami tidak inginkan istrinya sampai melakukannya. Sebagai kepala rumah tangga keluarga, suami memang dituntut untuk menjadi sosok yang bisa menjadi teladan yang baik bagi istri dan anak-anaknya. 

Menjadi pribadi yang tegas, berwibawa dan mandiri bukan alasan bagi suami untuk tidak memiliki perasaan takut akan suatu hal. Bila kehidupan rumah tangga berjalan baik, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau ditakutkan. Lalu, bagaimana bila hubungan suami istri sedang tidak harmonis? Bagaimana bila masalah yang ada menimbulkan pertengkaran dan berakibat buruk bagi hubungan suami istri?. Permasalahan yang mungkin muncul akan menimbulkan ketakutan tersendiri bagi suami. Berikut hal hal yang ditakuti suami dari istrinya yang seringkali membuat suami menjadi gelisah, takut, menyesal dan serba salah.

 1. Istri meninggalkan rumah 

istri meninggalkan rumah untuk pergi berbelanja atau mungkin menjemput anak pulang sekolah mungkin tidak ada yang aneh. Namun bagaimana bila istri meninggalkan rumah tanpa pesan tanpa sepengetahuan suami dan dalam waktu yang tidak diketahui alias kabur dari rumah. Tentu saja kejadian seperti itu sangat tidak diinginkan suami. Dalam keadaan segenting apa pun, suami akan merasa takut kalau-kalau saat pulang ke rumah usai kerja, ia tak mendapati istrinya di rumah. Sangat manakutkan. 

2. Istri minta cerai atau pisah

 Sejujurnya saat suami mendengar kata-kata cerai atau pisah yang keluar dari mulut istri, saat itu juga hati suami merasa terpukul. Ketakutannya akan terjadinya perpisahan membuat suami akan berusaha memperbaiki keadaan dan membuat suasana hati istri kembali membaik. Ketika seorang suami mencintai istrinya, ia pasti takut kehilangannya. 

3. Istri menolak berhubungan Saat terjadi pertengkaran atau konflik.

istri cenderung akan menutup diri dan berusaha menghindar dari suami sampai hati dan perasaannya tenang. Nah, saat seperti ini, kebanyakan istri akan menolak melakukan kewajiban yang harusnya dilakukan seorang istri yaitu melayani suaminya dalam hal berhubungan suami istri. 

 4. Istri mogok bicara

 Siapa sih yang suka bila tidak diajak bicara oleh pasangannya sendiri. Suami akan merasa takut saat istri mogok bicara. Suami lebih lega bila saat marah, istri mengomel dibandingkan harus diam membisu. Jangan biarkan suami merasakan hal seperti ini, suami akan merasa istri tidak peduli lagi padanya. 

 5. Istri menanyakan soal mantan 

 Sebenarnya bukan takut, namun suami lebih mencoba untuk menghindar untuk pembicaran yang berhubungan dengan mantannya. Karena suami tahu, bagaimanapun penjelasan atau pendapat mengenai masa lalunya, istri akan sulit menerima baik itu segi positifnya apalagi segi negatifnya. Suami hanya takut pertengkaran terjadi oleh hal yang seharusnya tidak perlu dibahas lagi. Ketakutan ini akan terus ada sampai istri benar-benar bisa melupakan masa lalu suami. 

 6. Istri meminta uang bulanan yang lebih

 Sebagai pencari nafkah bagi keluarganya, suami akan berusaha memberikan dan memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Ketakutan suami akan bertambah, saat istri mengeluh bahwa uang atau nafkah yang diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan meminta kenaikan uang bulanan. Di situlah suami akan berpikir dan berusaha lebih keras lagi agar kondisi keuangan keluarga aman-aman saja.

 7. Istri yang over protektif

 Rasa sayang dan cinta akan membuat istri untuk senantiasa menjaga dan selalu ingin bersama suami. Namun,bagaimana bila cinta yang dimiliki istri berubah menjdi cinta yang over protektif?.

 Bukannya menjadi terkesan dan suka, suami malah akan merasa takut dengan sikap istri seperti ini. Karena sikap yang berlebihan akan berakhir buruk bagi suatu hubungan. Apakah Anda memiliki ketakutan-ketakutan seperti ulasan di atas?

BAJU BASIBA JO TINGKULUAK

Baju Kurung atau baju kuruang basiba merupakan pakaian kaum perempuan Minangkabau yang sudah dikenal identitasnya dan menjadi identitas pere...